Ingatlah, ya TUHAN, apa yang terjadi atas kami, pandanglah dan lihatlah akan kehinaan kami.
Milik pusaka kami beralih kepada orang lain, rumah-rumah kami kepada orang-orang asing.
Kami menjadi anak yatim, tak punya bapa, dan ibu kami seperti janda.
Air kami minum dengan membayar, kami mendapat kayu dengan bayaran.
Kami kejar dekat-dekat, kami lelah, bagi kami tak ada istirahat…………………………………..
Lenyaplah kegirangan hati kami, tari-tarian kami berubah menjadi perkabungan
Mahkota telah jatuh dari kepala kami. Wahai kami, karena kami telah berbuat dosa!.
Karena inilah hati kami sakit, karena inilah mata kami jadi kabur:
Kerena bukit sion yang tandus , diamana anjing-anjing hutan berkeliaraan
Engkau, ya TUHAN, bertakhta selama-lamanya, takhtamu tetap dari masa ke masa
Mengapa Engkau melupakan kami selama lamanya, meninggalkan kami sedemikian lama?
Bahwalah kami kembali kepadamu, ya TUHAN, maka kami akan kembali, baharuhilah hari-hari kami seperti dahulu kala!
Atau Engkau sudah membuang kami sama sekali? Sangat murkakah Engkau terhadap kami?
(Ratapan 5:1-22)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar